Di tahun 2020 ini pemerintah Indonesia telah menghadirkan sebuah platform digital yang bernama Pasar Digital UMKM atau biasa dikenal dengan singkatan PaDi UMKM. PaDi UMKM didirikan dengan harapan bisa memperkuat ekonomi nasional melalui UMKM di seluruh Indonesia di tengah wabah Covid-19.

Memang ekonomi di seluruh dunia saat ini tengah lesu karena semua permasalahan berkecamuk diakibatkan virus corona. Banyak negara yang menerapkan lockdown sehingga kegiatan ekonomi tidak berjalan seperti biasa. 

Tetapi, hal itu dilakukan demi menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Tidak mungkin kita tetap berbicara ekonomi secara terus menerus, tetapi di luar sana banyak orang yang terpapar virus dan akhirnya memakan korban jiwa.

Hal ini juga tentunya berdampak pula pada Indonesia. Pemerintah Indonesia melakukan lockdown walaupun terlambat. Tetapi hal itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Melihat angka kasus dan juga korban yang tinggi, maka penyebaran virus harus dihentikan.

UMKM pun menjadi salah satu yang terkena imbas. Kita dapat mengatakan hampir 90% usaha di Indonesia merupakan UMKM. UMKM memang menjadi salah satu tonggak atau pondasi ekonomi nasional. Dengan bentuk UMKM pula Indonesia mendapatkan PDB sebesar 34,8%.

UMKM juga menjadi salah satu jawaban konsep ekonomi kerakyatan yang telah dicanangkan oleh founding father Indonesia. Karena hampir di seluruh ASEAN hingga saat ini dikuasai oleh pangsa pasar UMKM.

Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan dukungan kepada UMKM. Salah satunya adalah Peraturan Presiden No.98 Tahun 2014 yang mengatur tentang Perizinan Untuk Usaha Mikro dan Kecil. Dalam aturan tersebut, salah satunya disebutkan bahwa semua biaya untuk perizinan UMKM dihapuskan. Biaya tersebut akan ditanggung oleh APBN dan APBD.

Lebih jauh lagi, pelaku UMKM hanya cukup mengurus izin gangguan (HO) dan izin mendirikan bangunan (IMB). Selain itu juga, tentunya ada yang diperlukan seperti Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Usaha Industri (IUI) dan Tanda Daftar Industri (TDI).

Saat ini, kehadiran platform digital PaDi UMKM juga menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada para pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Pasar Digital UMKM hadir dengan sejuta inovasi terbaik bagi pelaku UMKM.

Fitur yang hadir sudah sangat canggih dimana UMKM bisa melakukan pengelolaan secara terpusat. Pengelolaan secara terpusat atau terintegrasi bermakna jika UMKM telah memiliki toko di marketplace lain seperti Blibli, Lazada, Shopee, Tokopedia dan Bukalapak, maka mereka bisa mengelola transaksi serta produk mereka melalui fitur ini di PaDi UMKM.

Jadi pelaku UMKM semakin ringkas dan praktis dalam mengurus tokonya. UMKM tidak perlu membuka banyak applikasi maupun situs untuk mengelola tokonya karena semuanya sudah terintegrasi di Pasar Digital UMKM.

UMKM yang tergabung di PaDi UMKM juga memiliki kesempatan untuk bertransaksi dengan BUMN dalam hal pengadaan barang dan jasa. Pengadaan barang dan jasa BUMN memang memiliki anggaran yang tidak sedikit dan kedepannya akan diarahkan kepada UMKM melalui Pasar Digital UMKM.

 

Categories: Tips Trik