Tata Cara Aqiqah Sesuai dengan Sunnah

 

Tata cara Aqiqah anak laki-laki ataupun seorang anak perempuan sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah jumlah hewan  disembelih saat aqiqah.  Yang Di anjurkan adalah 2 ekor kambing  yaitu  anak laki-laki dan 1 ekor kambing untuk anak perempuan.

Aqiqah adalah sebagai proses mencukur rambut bayi saat hari ke tujuh, 14 atau 21 setelah kelahirannya.

Upacara aqiqah sebenarnya bermula dari millah nabi Ibrahim As bersama anaknya nabi ismail As ketika nabi ismail berumur 13 tahun dan nabi Ibrahim 96 tahun atas dasar wahyu allah, nabi Ibrahim menyuruh nabi ismail menyembelih seekor kambing yang digembalakannya sebagai penebus terhadap diri ismail (aqiqah). Domba yang disembelih merupakan yang terbaik. Pada saat bersamaan dengan khitanan nabi ismail. Beberapa saat kemudian allah menganugerahkan nabi ismail seekor domba besar sebagai tebusan.

Berikut ini adalah Tata cara aqiqah yang benar sesuai dengan sunah.

1.Menyembelih kambing                         

 Syarat hewan kambing yang disembelih saat aqiqah  yaitu sama seperti syarat hewan kurban. Kambing yang  baik dari segi jenis hingga usia, sehat, dan bebas dari   penyakit.

Hewan aqiqah sebenarnya  boleh kambing, sapi, atau unta. Namun pada dasarnya  muslim di Indonesia memakai hewan kambing untuk aqiqah.

Sebelum melakukan penyembelihan kambing disunahkan membaca Doa. Berikut ini adalah doa sebelum menyembelih kambing (hewan aqiqah):

“BISMILLAHI WA BILLAHI, ALLAHUMA’AQIQATUN’AN FULAN BIN FULAN, LAHMUHA BILAHMIHI SI AZMIHI, ALLAHUMAJ’ALHA WIQAAN LIALI MUHAMMADIN’ALAIHI WA ALIHIS SALAM”

 Dan Artinya: “Dengan nama allah serta dengan allah, aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW.”

  1. Memasak daging aqiqah

 

 Selanjutnya adalah memasak daging aqiqah yaitu memasak daging kambing yang disembelih pada saat aqiqah. Jika pada perayaan qurban, dagingnya disunnahkan untuk disedahkan sebelum dimasak. Sedangkan pada aqiqah, disunnahkan untuk memasak  dagingnya terlebih dulu baru disedekahkan.

Imam nawawi dalam kitab al-majmu’ syarh al- muhadzdzab menyebutkan mayoritas ulama syafiiyah mengatakan disunahkan jangan membagikan daging aqiqah yang masih mentah, akan tetapi sebaiknya dimasak terlebih dahulu.

 Dan sesungguhnya orang yang dihadiahi daging masak (sudah siap saji dan tinggal makan) tentu akan lebih senang, karena jika diberi daging mentah memerlukan biaya dan tenaga lagi untuk memasaknya.

  1. Membagikan dan memakan sebagian daging aqiqah

Daging aqiqah yang sudah dimasak disunnnahkan untuk dibagikan kepada warga sekitar  sebagai bentuk rasa syukur atar kelahiran anak dan merupakan salah satu hikmah dari aqiqah membagikan daging aqiqah.  Yang nantinya anak tersebut diharapkan menjadi anak yang sholeh dan sholehah berbakti kepada kedua orangtua. Prinsip dasar dalam aqiqah yaitu seperti qurban. Siapa pun boleh menerima dan boleh ikut makan termasuk yang mengaqiqahi. Namun jika aqiqahnya bersifat nadzar maka wajib disadaqahkan seluruh dagingnya kepada orang lain. Jika aqiqahnya termasuk aqiqah yang sunah (bukan nadzar) maka disunahkan bagi yang mengaqiqahi untuk mengambil sebagian daging aqiqah.

Untuk pemesanan Catering Aqiqah Cilacap dan sekitarnya, Anda bisa mengunjungi web site kami di AQIQAH ALMEERA.

  1. Mencukur atau memotong rambut Bayi

Selanjutnya adalah upacara mencukur/memotong rambut bayi. Pelaksanaam pemotongan rambut ini disunahkan oleh Rasulullah SAW dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran. Karena hal ini sesuai dengan jumhur ulama memiliki status hukum sunah muakkadah atau disebut dengan sunnah yang sangat di utamakan semi wajib.

  1. Mendoakan Bayi

Mendoakan bayi juga termasuk salah satu dari Tata cara aqiqah yang sangat penting. Disunnahkan untuk mendoakan sang bayi yang baru lahir setelah di tahnik. Hal ini dilakukan sebagaimana dulu nabi saw pernah mendoakan bayi yang baru lahir yaitu  anak sahabatnya Abu Musa alAsyary. Oleh karena itu dalam acara aqiqah sudah biasa jika mengadakan pengajian atau pembacaan maulid barzanji dan doa bersama. Hal ini boleh saja dilakukan dan termasuk dalam tradisi yang baik sesuai sunnah Nabi sallalluhu alaihi wassalam. Disunnahkan juga untuk mentahnik bayi dengan kurma.

  1. Memberi nama bayi yang baik

Pemberian nama bayi dianjurkan  pada hari ketujelum hari ketujuh atau setelah hari ketujuh. Akan tetapi lebih baiknya dilakukan pada hari uh bersamaan dengan aqiqah dan dan dicukur rambutnya. Diperbolehkan juga sebketujuh.

Perbedaan ini adalah perbedaan yang bersifat beragam, dan menunjukkan dalam hal ini terdapat kelonggaran (dalam syariat).    

Aqiqah merupakan ibadah 1x seumur hidup. Maka berikan yang terbaik untuk yang tersayang. Ayah Bunda bisa memilih Paket Aqiqah Cilacap yang terpercaya di AQIQAH ALMEERA

Categories: Uncategorized