Seawater reverse osmosis (RO) merupakan metode untuk desalinasi air laut yang amat tenar di Indonesia, namun masih banyak yang belum mengerti bagaimana prosesnya untuk penjernihan air laut supaya lebih aman untuk dikonsumsi.

Padahal filter reverse osmosis bisa jadi solusi terbaik bagi perusahaan offshore yang ada problem untuk memperoleh sumber air untuk kebutuhan konsumsi.

 

Baca juga rekomendasi : Macnaught Flow Meter

 

Bagaimana memang proses seawater reverse osmosis tersebut? Bagi Anda yang tengah melacak mengerti berkenaan solusi penjernihan air laut, maka artikel selanjutnya mutlak untuk dibaca. Berikut adalah penjelasan selengkapnya!

 

Apa itu Seawater Reverse Osmosis?
Pada dasarnya, teknologi reverse osmosis merupakan salah satu cara untuk desalinasi air laut atau mengubah air asin jadi air tawar bersama dengan gunakan membran khusus yang terlalu mungkin perusahaan offshore untuk menyaring takaran garam yang tinggi di di dalam air laut.

 

Perlu Anda ketahui, metode reverse osmosis adalah cara yang paling kerap digunakan oleh industri di Indonesia, terutama yang berada di wilayah pesisir dan ada problem untuk memperoleh sumber air untuk mengonsumsi perusahaannya.

Metode ini dipilih dikarenakan prosesnya lebih irit kekuatan dibandingkan bersama dengan metode lainnya, supaya amat cocok bagi perusahaan yang butuh volume air yang lumayan tinggi.

 

Adakah Masalah bersama dengan Sea Water Reverse Osmosis?
Meskipun reverse osmosis dikenal sebagai solusi menghasilkan air untuk kebutuhan mengonsumsi di wilayah pesisir, ada yang beranggap bahwa ongkos investasi yang dikeluarkan di awal lumayan tinggi. Apalagi filter reverse osmosis konvensional dikenal mempunyai ketebalan pada 100 hingga 200 nanometer dan kekasaran melebihi 80 nanometer.

 

Spesifikasi ini mengakibatkan filter selanjutnya jadi cepat kotor atau lebih-lebih membentuk kerak terhadap proses pipa di industri, dikarenakan terkena air bersama dengan takaran garam yang tinggi terus-menerus.

Akan tetapi, Anda tidak harus ulang khawatir. Dengan terdapatnya pertumbuhan teknologi, para peneliti dari Connecticut University telah sukses mendesain ulang membran RO yang lebih efektif untuk kebutuhan beraneka industri, terhitung offshore.