Pemprov DKI Siapkan Ruang Isolasi COVID-19 Khusus Ibu Hamil

Hal wajar jika saat hamil berat badan seorang wanita akan mengalami kenaikan. Ibu tidak perlu khawatir jika mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis saat sedang hamil, serta memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Terjadinya kenaikan berat badan saat hamil ini mengikuti pertumbuhan bayi yang ada didalam janin ibu. Dengan bertambahnya berat badan ibu, maka itu berarti bayi didalam kandungan juga sedang tumbuh dan bertambah berat.

Apalagi, penyebab berat badan ibu melonjak tinggi tidak hanya karena pertumbuhan berat bayi saja. Tetapi didalam janin juga adanya air ketuban dan plasenta yang menambah beban dari berat tersebut. Untuk mengetahui, apakah kenaikan berat badan ibu saat hamil tergolong normal atau tidak, maka ibu harus menghitung kalkulator kenaikan berat badan ibu hamil dengan cara penghitungan BMI (Bodt Mass Index) seperti dibawah ini :

Berat Badan (dalam kg) : Kuadrat Tinggi Badan (dalam ukuran meter).

BMI = (BB)/ [(TB) x (TB)]

Sebagai contoh : Berat badan ibu 58 kg, dengan tinggi badan 160 cm. Cara menghitung BMI nya adalah 58 / (1,6 cm x 1,6 cm) = 22,66

Setelah ibu mengetahui BMI nya dengan menggunakan panduan dari Institute of Medicine (IOM), kini ibu bisa mengetahui apakah berat badan yang dimiliki saat ini underweight, normal, atau bahkan overweight.

Dari situlah, baru ibu bisa mengetahui berapa kenaikan berat badan normal yang seharusnya terjadi pada saat ibu hamil. Berikut dibawah ini penjelasannya :

  1. BMI Dibawah 18,5

Angka BMI ini menunjukkan jika ibu hamil memiliki berat badan underweight atau dibawah angka normal. Kenaikan berat badan ideal selama hamil untuk kondisi ini adalah 12 hingga 18 kg.

Ibu juga bisa terus mengecek kenaikan berat badan bayi setiap kali pemeriksaan. Selama bayi ibu mengalami kenaikan berat badan yang ideal, meski ibu sendiri tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan, maka hal tersebut masih bisa dibilang normal.

  1. BMI 18,5 Hingga 24.9

Jika ibu hamil berada di angka BMI ini, maka ibu tergolong memiliki berat badan yang ideal. Kenaikan berat badan yang direkomendasikan adalah 11 hingga 16 kg. Ibu juga harus terus menjaga supaya pada saat hamil berat badan tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi diluar batas normal.

  1. BMI Antara 25 Hingga 29,9

Angka BMI ini menunjukkan jika ibu tergolong overweight atau kelebihan berat badan. Ibu hamil yang memiliki BMI diangka rata rata ini direkomendasikan untuk tidak terlalu jauh menaikkan berat badannya, idealnya 7 hingga 11 kg saja.

  1. BMI Diatas 30

Angka BMI ini menunjukkan jika ibu hamil mengalami obesitas. Kenaikan berat badan ideal untuk kondisi ini adalah 5 hingga 9 kg saja. Pada trimester pertama, sebaiknya kenaikan berat badan ibu hamil hanya sebesar 0,5 hingga 2,5 kg saja. Tetapi ibu juga tidak perlu khawatir saat mengalami penurunan berat badan pada trimester pertama. Biasanya efek morning sickness saat trimeseter pertama memang akan membuat ibu hamil mengalami penurunan berat badanĀ  2 hingga 3 kg. Tetapi yang terpenting setelah melewati masa trimester pertama, trimester kedua, dan ketiga, ibu hamil bisa mengalami kenaikan berat badan teratur, biasanya 0,5 kg setiap minggunya.

Ibu tidak perlu takut gendut selama hamil, yang terpenting bisa tetap sehat selama hamil.

 

Categories: Kesehatan