Ketentuan Pajak Saham

source gambar : pajakku.com

Opsi mengembangkan dana melalui investasi saham berpeluang memberi Anda sebagai investor keuntungan yang optimal. Nah, jika saat ini Anda berniat ingin menjajaki sebagai investor saham, Anda perlu memahami terlebih dahulu dasar investasi saham dan strategi investasi. Kemudian, sebaiknya Anda juga mempelajari jenis – jenis saham yang tersedia yang bisa dipilih investor pemula.

Penasaran kan jenis jenis saham apa saja yang bisa dipilih investor pemula? Simak pembahasan dibawah ini :

  1. Jenis Saham Berdasarkan Sektor Usaha

Setidaknya ada sekitar sembilan sektor usaha dimana perusahaan – perusahaan yang mencatatakan sahamnya di BEI berkiprah. Sebagai investor pemula, Anda perlu mengetahui pembagian sektor tersebut agar nanti strategi investasinya bisa lebih baik, termasuk perihal mengelola risiko investasi.

Kesembilan sektor usaha tersebut diantaranya yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan migas, sektor industri dasar (semen, logam, kimia, dan sebagainya), sektor keuangan perbankan, sektor perdagangan, sektor infrastruktur, sektor properti, sektor barang konsumsi, serta sektor aneka industri.

  1. Jenis Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar adalah nilai dari saham sebuah perusahaan yang beredar di pasar. Nilai saham tersebut tidak sama dengan nilai aset perusahaan. Bisa dibilang kapitalisasi pasar sebuah perusahaan tidak mencerminkan nilai aset perusahaan.

Ada 3 jenis saham berdasarkan nilai kapitalisasi pasar yang perlu Anda ketahui antara lain :

  • Big Caps (Saham Berkapitalisasi Besar)

Jenis saham ini memiliki kapitalisasi pasar yang besar diatas Rp. 40 triliun.

  • Middle Caps (Saham Berkapitalisasi Menengah Atau Biasa Disebut Saham Second Liner)

Sementara jenis saham ini memiliki kapitalisasi menengah dibawah Rp. 40 triliun.

  • Third Liner (Saham Berkapitalisasi Kecil)

Kapitalisasi jenis saham ini masih kecil dibawah Rp. 1 triliun.

  1. Jenis Saham Berdasarkan Indeks Saham

Indeks saham menjadi sebuah indikator yang menggambarkan besar kecilnya perubahan harga yang terjadi di pasar saham dalam periode waktu tertentu. Tujuan indeks saham tersebut adalah agar investor memiliki gambaran akurat tentang kondisi dan arah pergerakan pasar saham. Sehingga strategi investasi yang dijalankan bisa lebih mumpuni.

Ada sekitar 10 indeks saham di BEI, namun investor pemula penting mengetahui paling tidak 3 jenis saham berdasarkan indeks saham yakni :

  • Saham LQ45

Saham yang tergabung dalam indeks LQ45 kerap disebut sebagai saham – saham unggulan.

  • Saham Syariah

Ini merupakan kumpulan 30 saham yang memenuhi kriteria dengan menimbang pula kapitalisasi pasar serta likuiditas.

  • Saham BUMN

Banyak perusahaan plat merah yang mencatatkan saham mereka di bursa. Anda dapat melihat pilihan – pilihan sahamnya di indeks saham BUMN atau IDX BUMN20 yang berisi 20 saham BUMN pilihan termasuk didalamnya antara lain ADHI, PTBA, SMGR, dan yang lainnya.

  1. Jenis Saham Berdasarkan Hak Tagih

Terdapat dua jenis saham yang bisa diperdagangkan berdasarkan kemampuan klaim atau hak tagih yaitu :

  • Common Stocks (Saham Biasa)

Ini adalah jenis saham yang paling umum dimana pemilik saham berhak mendapatkan dividen saat perusahaan meraih untung. Namun, saat kondisi perusahaan buruk, maka pemilik saham tidak diprioritaskan mendapatkan dividen.

  • Preffered Stock (Saham Preferen)

Jenis saham preferen ini memiliki karakteristik antara saham dan obligasi karena bisa memberikan pendapatan tetap layaknya surat utang. Pemilik saham diprioritaskan dalam penerimaan dividen dan pembagian sisa aset perusahaan saat terjadi likuidasi.

Dengan mengetahui berbagai jenis saham yang bisa dipilih investor pemula, Anda bisa lebih mudah menentukan saham mana yang paling tepat dipilih sebagai investasi yang prospektif. Bagaimana, sudah siap kah berinvestasi sekarang?

Categories: Informasi