Perkembangan ruangan digital tidak dapat dipungkuri ada sebagai penggerak khusus perkembangan di bidang ekonomi, budaya, media, dan pengajaran. Walau begitu, terbukanya akses ruangan digital untuk tiap orang mendatangkan beragam rintangan terhitung penebaran info tidak betul atau hoaks yang bisa memunculkan hal negatif.

 

Ada banyak hal yang perlu dijauhi saat memakai sosial media, apa saja itu. Pakailah sosial media dengan arif, agar datangkan hal positif. Digabungkan dari beragam sumber, berikut sejumlah hal yang perlu dijauhi saat memakai sosial media. Dengan menghindar beberapa hal itu, Anda bisa dikelompokkan sebagai pemakai sosial media yang arif.

 

  1. Tidak boleh upload info memiliki sifat privacy Mengupload noda seseorang atau mengungkapkan kejelekan faksi lain di sosial media bukan lah hal yang bagus. Tiap orang mempunyai privacy yang jangan dilanggar. Mengupload privacy orang tanpa ijin sampai bikin rugi faksi lain, ialah perlakuan tidak terpuji.

 

  1. Jangan cuman post Memakai sosial media harus dilandasi dengan pengetahuan jika tidak seluruhnya informasi yang menyebar ialah satu kebenaran. Jangan cuman mengupload info informasi yang belumlah jelas kebenarannya. Menebar informasi hoax bisa memancing konflik di sosial media.

 

  1. Menjaga jemari Menjaga jemari saat menulis terkait dengan norma komunikasi saat memakai media sosial. Tidak boleh gampang kepancing sampai keluarkan kalimat tidak patut atau bahkan juga memiliki kandungan elemen penghinaan.

 

  1. Tidak boleh gampang tergoda Tidak boleh gampang tergoda terkait dengan adanya banyak info hoax yang berbuntut penipuan. Entahlah itu terkait dengan transkasi dagang atau bahkan juga bantuan. Bila ingin lakukan transkasi pembelian, sebaiknya dengan faksi yang telah paling dipercaya.

 

Top Foundation sebagai ormas sipil usaha lakukan usaha melawan cerita dengan menggagas cara nyata dalam menebarkan toleran dan perdamaian dengan menunjukkan praktik-praktik baik dalam masyarakat. Kampanye yang namanya Salam Komunitas ini dilaksanakan bersama dengan 10 konten creator dari kelompok figur, agama, media moderat dan aktivis wanita.

 

Salam Komunitas sebagai kampanye hasil kerjasama Top Foundation, Google/YouTube, dan UNDP Bangkok Regional Hub dalam membuat perlindungan warga terutamanya anak muda di Indonesia dari content beresiko. Direktur Top Foundation, Yenny Top menerangkan jika faksinya sediakan program berupa mentoring untuk tingkatkan kekuatan beberapa inisiator dalam menebarkan beberapa pesan damai di ruangan digital.

 

“Sebagai wujud loyalitas dalam memberikan dukungan kenaikan kekuatan beberapa creators dalam menebarkan beberapa pesan damai di ruangan digital, kami sediakan program fellowship berupa mentoring dan permodalan awalnya dalam produksi video kampanye untuk perdamaian.

 

Nanti, video hasil kerjasama dengan 10 konten creator ini segera dapat di akses lewat saluran youtube oleh warga di semua Indonesia,” kata Yenny Top dalam info tercatat yang diterima VIVA, Selasa, 5 April 2022. 10 inisiator yang turut serta salah satunya ialah Ar Kandungan, Aswaja Dewata, Alif.Id, PW Pergunu, Islam Sopan dan yang lain.

Sumber: parentinglogy.com

Baca Juga: 50th birthday gift ideas for mom

 

Categories: Uncategorized