Nah, bagi Anda yang bertanya-tanya tentang format penulisan jurnal Sinta, artikel ini untuk Anda! Mari kita lihat sampai akhir!

 

Format Penulisan Jurnal Sinta (Naskah Jurnal)

 

Mengutip Prof. Arif, jika ingin mendapatkan naskah jurnal yang baik maka harus memperhatikan beberapa elemen penting dalam penulisan jurnal.

 

Oleh karena itu, unsur-unsur penting tersebut adalah sebagai berikut:

 

  1. Judul artikel

 

Format Penulisan Jurnal Sinta yang pertama adalah menulis judul artikel.

 

Tulislah judul yang harus menarik perhatian dan provokatif, menggambarkan isi atau temuan, tidak berupa singkatan dan nama peraturan, atau tanpa nama subjek atau lokasi penelitian.

 

  1. Abstrak

 

Format kedua untuk penulisan Jurnal Sinta adalah abstrak.

 

Ini adalah bagian terpenting dari majalah. Abstrak dapat dikatakan sebagai jantung dari penelitian. Reviewer akan membaca artikel terlebih dahulu.

 

  1. Kata kunci

 

Selain snippet, ada beberapa kata kunci yang harus diperhatikan dengan seksama. Kata kunci ini sangat penting untuk mengetahui arah pembahasan jurnal yang akan berlangsung.

 

  1. Pendahuluan

 

adalah bagian pertama dari majalah. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana jurnal tersebut dibahas.

 

  1. Metode penelitian

 

Format penulisan Jurnal Sinta selanjutnya adalah Metode Penelitian. Dalam metode penelitian ini, Anda harus memastikan bahwa metode yang Anda gunakan dalam penelitian Anda sudah benar.

 

  1. Hasil dan Pembahasan

 

Saat menulis jurnal, hasil dan diskusi penting untuk memahami arah penelitian. Selain itu, hasil dan pembahasan juga sangat penting untuk memahami hasil penelitian ini.

 

  1. Diskusi

 

Format penulisan Sinta Journal yang dimaksud adalah bagian diskusi.

 

Pembahasan pada bagian Diskusi penting dilakukan agar jurnal lebih mudah dipahami. Untuk itu, bagian ini membutuhkan gambaran yang jelas.

 

  1. Kesimpulan

 

Di majalah, tentu saja, kesimpulan ini juga diikuti. Format penulisan Jurnal Sinta pada bagian penutup ini harus diperhatikan dengan cermat agar jurnal tersebut mudah diasimilasi oleh pembaca.

 

  1. Ucapan Terima Kasih

 

Selain kesimpulan, terima kasih juga Format Penulisan Jurnal Sinta yang tidak boleh Anda lewatkan. Ucapan terima kasih seringkali disampaikan kepada beberapa pihak yang telah membantu selama proses produksi jurnal.

 

  1. Referensi

Sumber : publikasikupublisher

Format Penulisan Jurnal Sinta

 

tidak kurang dari yang lain. Bagian referensi juga penting untuk membuat jurnal yang Anda tulis lebih dapat diandalkan. Jadi Anda dapat menyertakan beberapa referensi yang telah digunakan untuk menulis jurnal

 

Berikut 3 tips menulis jurnal Sinta agar cepat disetujui

 

Nah, selain membahas format penulisan Jurnal Sinta, pada bagian ini kami akan memberikan 3 tips tentang penjurnalan agar naskah Anda dapat dengan mudah diterima oleh manajemen Jurnal Sinta.

 

Tipsnya adalah sebagai berikut:

 

  1. Pandai memilih jurnal dan penerbit

 

Ada banyak penerbit yang menawarkan peluang gratis. Selain itu, ada hibah penelitian yang menyediakan dana untuk penulisan jurnal dan partisipasi dalam konferensi internasional. Meskipun ada banyak peluang bagus seperti ini, dibutuhkan kehati-hatian dan ketekunan saat mengumpulkan informasi.

 

“Kita bisa mencoba beberapa publikasi gratis yang terindeks SCOPUS, antara lain International Technical Journal Universitas Indonesia (UI), International Journal of Electrical Engineering and Informatics Institut Teknologi Bandung (ITB), dan beberapa penerbit jurnal internasional E​ lsevier, Taylor and Francis, Sage, dll. Peluangnya banyak, tapi tidak jarang karena banyak informasi yang membingungkan kita,” ujarnya.

 

  1. Belajar dari penolakan

 

Arif, penyeleksi hibah penelitian di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menjelaskan bahwa jurnal dapat ditolak karena beberapa alasan. “Jurnal umum sering ditolak karena beberapa alasan, seperti pengajuan yang tidak berada dalam domain jurnal, elemen naskah yang tidak lengkap, tata bahasa yang tidak sesuai, dan pembahasan yang terlalu dangkal, yang kami lihat sebagai pelajaran dan perbaikan,” jelasnya.

 

  1. Pilih tujuan jurnal yang sesuai dengan kemampuan

 

Para sarjana perlu memahami tujuan pemilihan jurnal mereka, mulai dari tingkat kesulitan, gaya lingkungan, keterbatasan jurnal hingga preferensi editorial. “Akademisi sebagai penulis itu seperti tangga, kita bisa mencoba jurnal yang peringkatnya lebih rendah dulu, sambil secara bertahap meningkatkan kualitas dan visibilitas tulisan kita. Nanti pasti akan terbiasa,” tambah Arif.

 

Arif menekankan bahwa keterampilan tersebut dapat dipelajari dan diasah seiring waktu. Cendekiawan dapat memanfaatkan banyak forum, platform pembelajaran, dan sistem akademik untuk meningkatkan diri.

Categories: SEO