Saat ini kami tentu kerap memandang lowongan kerja yang sediakan posisi sebagai logistik engineer, maka dari itu mesti bagi kami untuk paham langkah kerja, skill yang diperlukan, dan kompetensi yang mendukung posisi ini.

Apa Itu Logistik Engineer?

Logistik engineer adalah suatu bidang tehnik yang didedikasikan untuk organisasi/perusahaan transportasi, penyimpanan, distribusi, dan pergudangan bahan dan bahan jadi. Seorang logistik engineer umumnya menerapkan ilmu sains dan matematika untuk meyakinkan bahan maupun jasa bisa didistribusikan bersama langkah yang paling efektif dan tentunya menguntungkan.

Untuk gelar pendidikan, profesi ini umumnya diisi oleh orang bersama gelar sarjana, tetapi banyak terhitung perusahaan yang inginkan kandidat bersama gelar master. Pelatihan dan sertifikasi terhitung diperlukan untuk profesi ini.

 

Deskripsi Pekerjaan Logistik Engineer

Kata logistik berlaku untuk aktivitas atau proses dimana jasa maupun barang didistribusikan. Dalam aktivitas tersebut, seorang logistik Engineer berperan merancang dan melaksanakan asumsi terhadap proses yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang maupun jasa tersebut.

Berikut di bawah ini lebih dari satu deskripsi pekerjaan bagi logistik engineer:

-Menentukan syarat-syarat untuk kepentingan pertolongan logistik, seperti jumlah staff yang diperlukan, detail fasilitas, rencana keselamatan dan pemeliharaan.
-Melakukan analisa dan penafsiran data logistik yang meliputi fasilitas pelanggan, pengadaan, perkiraan, pembuatan, inventaris, transportasi dan pergudangan.
-Mengembangkan metrik logistik, asumsi internal dan indikator kinerja utama untuk unit bisnis.
-Mengindentifikasi kesempatan pengurangan biaya
-Mengusulkan solusi logistik bagi pelanggan
-Meninjau prinsip kontrak, spesifikasi pelanggan maupun calon pelanggan, atau informasi berkenaan untuk pilih syarat-syarat logistik atau dukungan.
-Mengevaluasi efektivitas proses logistik waktu ini dan jaman depan
-Mempersiapkan dan memvalidasi dokumen logistik, dan pelaporan data pemeliharaan.
-Melakukan studi atau asumsi logistik, seperti studi waktu, asumsi laju, jaringan, dan asumsi rantai pasokan
-Mengembangkan spesifikasi untuk peralatan pendukung, tata letak fasilitas, dan proses penanganan material, bahan, atau produk
-Mengidentifikasi dan mengembangkan aturan usaha maupun prosedur operasi untuk merampingkan proses operasi
-Mencari informasi dari staf kunci maupun staf lapangan lainnya bersama obyek mengidentifikasi kesempatan peningkatan efisiensi maupun pengurangan biaya operasional
-Melakukan rencana serta desain operasional secara komprehensif untuk meminimalkan dampak jelek terhadap lingkungan maupun biaya.
-Mengevaluasi pemanfaatan teknologi pelacakan inventaris, perangkat lunak pergudangan berbasis web, atau proses lainnya untuk memaksimalkan efisiensi pabrik atau pusat distribusi.
-Menyediakan fasilitas logistik dan menganalisa rencana kapasitas untuk kepentingan distribusi atau transportasi.
-Mengevaluasi pemanfaatan teknologi, seperti GPS, identifikasi frekuensi radio (RFID), perangkat lunak navigasi rute, atau proses kelanjutan satelit, untuk menaikkan efisiensi transportasi.
-Membuat type atau skenario untuk memprediksi dan hadapi dampak pergantian keadaan, seperti biaya bahan bakar, penetapan harga jalan, pajak, maupun aturan-aturan lainnya.
-Menentukan perancangan fasilitas baru atau memodifikasi fasilitas yang ada, berdasarkan faktor-faktor seperti biaya, ruang yang tersedia, jadwal, syarat-syarat teknis, dan ergonomi.

Aktivitas Pekerjaan Utama Bagi Seorang Logistik Engineer

Terdapat lebih dari satu aktivitas yang paling utama bagi seorang yang berprofesi sebagai logistik engineer, meliputi:

-Berinteraksi Dengan Komputer – Seorang logistik engineer pakai pc untuk memprogram, menulis, memasukkan data, atau mengolah informasi.
-Memperoleh Informasi – Mengamati, menerima, dan beroleh informasi dari seluruh sumber yang relevan berkenaan aktivitas logistik.
-Menganalisis Data atau Informasi – Mengidentifikasi prinsip Turbine Flow Meter, alasan, atau fakta informasi yang mendasarinya bersama memecah informasi atau data menjadi anggota yang terpisah.
-Memecahkan Masalah dan Membuat Keputusan- Menganalisis informasi dan mengevaluasi hasil untuk pilih solusi paling baik dan selesaikan masalah baik itu masalah administrasi maupun keadaan di lapangan.
-Berkomunikasi bersama Orang di Luar Organisasi/Perusahaan – Berkomunikasi bersama orang-orang di luar organisasi, mewakili organisasi kepada pelanggan, publik, pemerintah, dan sumber eksternal lainnya. Informasi ini bisa ditukar secara langsung, secara tertulis, atau lewat telpon atau email.
-Mendokumentasikan / Merekam Informasi – Memasukkan, menyalin, merekam, menyimpan, atau memelihara informasi dalam bentuk tertulis maupun elektronik.
-Memperbarui dan Menggunakan Pengetahuan yang Relevan – Menjaga sehingga tetap terbarui secara tehnis dan menerapkan ilmu baru terhadap pekerjaan Anda.
-Mengorganisir, Merencanakan, dan Memprioritaskan Pekerjaan – Mengembangkan obyek dan rencana spesifik untuk memprioritaskan, mengatur, dan selesaikan pekerjaan Anda.
-Mengevaluasi Informasi untuk Memastikan Kepatuhan terhadap Standar – Menggunakan informasi yang relevan dan penilaian individu untuk meyakinkan apakah aktivitas atau proses mematuhi hukum, peraturan, atau standar.
-Membangun dan Memelihara Hubungan Interpersonal – Mengembangkan jalinan kerja yang konstruktif dan kooperatif bersama orang lain lebih-lebih pelanggan, dan melindungi jalinan berikut dari waktu ke waktu.
Berpikir Kreatif – Mengembangkan, merancang, atau memicu aplikasi, ide, hubungan, sistem, atau produk baru, terhitung kontribusi artistik.
-Mengidentifikasi Objek, Tindakan, dan Peristiwa – Mengidentifikasi informasi bersama mengelompokkan, memperkirakan, mengenali perbedaan atau persamaan, dan mendeteksi terdapatnya suatu perubahan.
Pelatihan dan Pengajaran Untuk Orang Lain – Mengidentifikasi keperluan pendidikan orang lain, mengembangkan program atau kelas pendidikan atau pelatihan formal, dan mengajar. Pelatihan ini umumnya diberikan kepada staff yang berhubungan bersama logistik.
-Mengembangkan dan Membangun Tim – Mendorong dan membangun rasa saling percaya, rasa hormat, dan kerja sama di pada anggota tim.
-Memperkirakan Karakteristik Produk, dan Informasi yang Dapat Dihitung – Memperkirakan ukuran, jarak, dan jumlah, atau pilih waktu, biaya, sumber daya, atau bahan yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas kerja.
-Membuat Pekerjaan dan Kegiatan – Penjadwalan program, kegiatan, serta pekerjaan orang lain.
Drafting, Laying Out, dan Menentukan Perangkat Teknis, Bagian, dan Peralatan – Menyediakan dokumentasi, instruksi rinci, gambar, atau spesifikasi untuk memberi paham orang lain berkenaan bagaimana perangkat, bagian, peralatan, atau struktur dibuat, dirakit, dirubah, dimodifikasi, dipelihara , dan langkah digunakan.
-Memantau dan Mengontrol Sumber Daya – Memantau dan mengendalikan sumber daya dan mengawasi pengeluaran biaya.
-Mengembangkan Tujuan dan Strategi – Menetapkan obyek jangka panjang dan pilih siasat dan tindakan untuk mencapainya.
-Membimbing, Mengarahkan, dan Memotivasi Bawahan – Memberikan bimbingan dan anjuran kepada bawahan, terhitung mengambil keputusan standar kinerja dan memantau kinerja.
-Memeriksa Peralatan, Struktur, atau Bahan – Memeriksa peralatan, struktur, atau bahan untuk mengidentifikasi penyebab kesalahan atau masalah atau cacat lainnya.
-Memperbaiki dan Pemeliharaan Peralatan – Servis, perbaikan, kalibrasi, pengaturan, fine-tuning, atau pengujian mesin, perangkat, dan peralatan yang beroperasi.
-Melakukan Kegiatan Administrasi – Melakukan tugas administrasi sehari-hari seperti memelihara file informasi dan mengolah dokumen.
-Unit Organisasi Kepegawaian – Merekrut, mewawancarai, memilih, merekrut, dan mempromosikan karyawan dalam suatu organisasi.

Kemampuan yang diperlukan untuk menjadi Logistik Engineer

Untuk menjadi seorang yang berposisi sebagai logistik engineer maka tersedia lebih dari satu kebolehan atau skill yang diperlukan untuk posisi ini. Adapun skill yang dimaksud sebagai berikut:

-Berpikir Kritis – Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kebolehan dan kelemahan dari solusi alternatif, asumsi atau pendekatan untuk masalah.
-Reading Comprehension – Seorang logistic engineer mesti bisa paham kata-kata tertulis dan paragraf dalam dokumen berkenaan pekerjaan.
-Mengevaluasi Sistem – Mengidentifikasi tindakan atau indikator proses kinerja dan tindakan yang diperlukan untuk menaikkan atau memperbaiki kinerja.
-Analisis Sistem – Menentukan bagaimana proses mesti bekerja dan bagaimana pergantian kondisi, operasi, dan lingkungan dapat pengaruhi hasil.
-Pendengar Aktif – Memberi perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, menyempatkan waktu untuk paham poin yang dibuat, dan mengajukan pertanyaan yang sesuai.
-Manajemen Waktu – Mengelola waktu sendiri dan waktu orang lain
Pemecahan Masalah – Mengidentifikasi masalah dan meninjau informasi berkenaan untuk mengembangkan dan mengevaluasi opsi dan mengimplementasikan solusi.
-Matematika – Menggunakan matematika untuk dalam bekerja, baik itu untuk pemecahan masalah maupun perhitungan jumlah barang.
-Pengambilan Keputusan – Mempertimbangkan biaya relatif dan faedah dari tindakan potensial untuk pilih yang paling tepat.
-Menulis dan bicara – Berkomunikasi secara efektif dalam tulisan yang cocok untuk keperluan audiens, dan bicara kepada orang lain untuk memberikan informasi secara efektif.
-Kemauan Belajar- Memahami implikasi informasi baru untuk pemecahan masalah dan pengambilan ketentuan waktu ini dan di jaman depan
-Koordinasi – Menyesuaikan tindakan berkenaan bersama tindakan orang lain.
-Analisis Operasi – Menganalisis keperluan dan syarat-syarat produk untuk memicu desain.
-Manajemen Sumber Daya Personalia – Memotivasi, mengembangkan, dan mengarahkan orang waktu mereka bekerja, mengidentifikasi orang-orang paling baik untuk pekerjaan itu.
-Persepsi Sosial – Menyadari reaksi orang lain dan paham mengapa mereka bereaksi seperti yang mereka lakukan.
-Monitoring – Memantau / Menilai kinerja diri Anda, orang lain, atau organisasi untuk melaksanakan perbaikan atau mengambil alih tindakan korektif.
-Analisis Kontrol Kualitas – Melakukan tes dan inspeksi produk, layanan, atau proses untuk mengevaluasi kualitas atau kinerja.
-Manajemen Sumber Daya Material – Memperoleh dan memandang pemanfaatan peralatan, fasilitas, dan material yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tertentu.
-Pemecahan masalah – Menentukan penyebab kesalahan operasi dan menentukan apa yang mesti dilakukan berkenaan hal itu.
-Pemilihan Peralatan – Menentukan type alat dan peralatan yang paling pas untuk melaksanakan suatu pekerjaan.

 

Gaya Kerja

Setiap posisi kerja miliki type kerja masing-masing. Berikut ini lebih dari satu langkah kerja logistik engineer:
-Ketergantungan – Pekerjaan perlu keandalan, tanggung jawab, dan bisa diandalkan, serta mencukupi kewajiban.

-Perhatian terhadap Detail – Pekerjaan perlu kehati-hatian berkenaan detail dan menyeluruh dalam selesaikan tugas kerja.

-Kerja Sama – Pekerjaan perlu kesenangan bersama orang lain dan membuktikan sikap kooperatif yang baik.
-Berpikir Analitis – Pekerjaan perlu asumsi informasi dan pakai logika untuk menanggulangi masalah-masalah yang berkenaan bersama pekerjaan.Integritas – Pekerjaan perlu kejujuran dan etika.
-Inisiatif – Pekerjaan perlu keinginan untuk mengambil alih tanggung jawab dan tantangan.
-Kegigihan – Pekerjaan perlu kegigihan dalam hadapi halangan baik itu tantangan internal maupun external.
-Kepemimpinan – Pekerjaan ini perlu keinginan untuk memimpin, mengambil alih alih, dan tawarkan pendapat dan arahan.
-Toleransi Stres – Pekerjaan mengharuskan menerima kritik dan berurusan bersama masalah yang tak terduga sehingga diperlukan mental yang prima.
-Inovasi – Pekerjaan perlu kreativitas dan asumsi alternatif untuk mengembangkan gagasan dan jawaban baru untuk masalah yang berkenaan bersama pekerjaan.
-Kepedulian terhadap Orang Lain – Pekerjaan perlu kepekaan terhadap keperluan dan perasaan orang lain serta pengertian dan mendukung dalam pekerjaan.
-Kontrol Diri – Pekerjaan perlu ketenangan, mengendalikan emosi, mengendalikan amarah, dan menjauhkan prilaku agresif, lebih-lebih dalam keadaan yang sangat sulit.
-Orientasi Sosial – Pekerjaan ini mensyaratkan lebih pilih bekerja bersama orang lain daripada sendirian, dan mengakses secara pribadi bersama orang lain di daerah kerja.
-Kemandirian – Pekerjaan perlu pengembangan langkah sendiri dalam melaksanakan sesuatu, membimbing diri sendiri bersama sedikit atau tanpa pengawasan, dan terkait terhadap diri sendiri untuk selesaikan sesuatu.

 

Kompetensi yang diperlukan

Untuk menjadi seorang logistik engineer tersedia lebih dari satu kompetensi yang mesti kami kuasai, tetapi kompetensi yang diperlukan terhitung terkait bersama bidang organisasi/perusahan kami bergerak. Adapun kompetensi yang dimaksud meliputi:

-Matematika – Pengetahuan berkenaan aritmatika, aljabar, geometri, kalkulus, statistik, dan aplikasinya.
-Bahasa Inggris – Pengetahuan berkenaan struktur dan mengisi bhs Inggris terhitung arti dan ejaan kata, aturan komposisi, dan tata bahasa.
-Teknik dan Teknologi- Pengetahuan berkenaan aplikasi praktis dan teknologi rekayasa, ini terhitung penerapan teknik, prosedur, dan peralatan untukkeperluan desain dan mengolah bermacam barang dan jasa.
-Komputer – kebolehan mengoperasikan pc merupakan hal yang mesti bagi seorang logistik engineer, baik itu pemanfaatan internet maupun aplikasi pendukung lainnya.
-Administrasi dan Manajemen – Pengetahuan berkenaan prinsip-prinsip usaha dan manajemen yang terlibat dalam rencana strategis, alokasi sumber daya, pemodelan sumber daya manusia, tehnik kepemimpinan, metode produksi, dan lain sebagainya.
-Mekanik – Pengetahuan mesin dan alat, terhitung desain, penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaannya.
-Transportasi – Pengetahuan berkenaan prinsip dan metode untuk memindahkan orang atau barang lewat udara, kereta api, laut, atau jalan, terhitung biaya dan manfaat.
-Customer and Personal Service – Pengetahuan berkenaan prinsip dan proses untuk sediakan fasilitas pelanggan dan pribadi. Ini terhitung penilaian keperluan pelanggan, mencukupi standar kualitas untuk layanan, dan evaluasi kepuasan pelanggan.
-Produksi dan Pemrosesan – Pengetahuan berkenaan bahan baku, proses produksi, pemeriksaan kualitas, biaya, dan tehnik lain untuk memaksimalkan pembuatan dan distribusi barang yang efektif.
-Hukum dan Pemerintahan – Pengetahuan berkenaan hukum, kode hukum, prosedur pengadilan, preseden, dan aturan pemerintah.
-Ekonomi dan Akuntansi – Pengetahuan berkenaan prinsip dan praktek ekonomi dan akuntansi, pasar keuangan, perbankan dan asumsi serta pelaporan data keuangan.
Personil dan Sumber Daya Manusia – Pengetahuan berkenaan prinsip dan prosedur untuk perekrutan, seleksi, pelatihan, kompensasi dan tunjangan personil.

Insinyur logistik mesti miliki ilmu basic berkenaan praktek bisnis, gara-gara jalinan pada pemasok, distributor, dan pelanggan sangat penting bagi industri mereka. Namun, insinyur logistik bekerja jauh lebih banyak di belakang layar dunia konsumen, meyakinkan semuanya berlangsung bersama lancar.

Categories: Uncategorized