Indonesia adalah salah satu negara tropis yang memiliki jenis serangga dalam jumah yang cukup banyak. Beberapa serangga mungkin tidak terlalu mengganggu kehidupan manusia atau tidak terlalu memberi pengaruh yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagaimanakah dengan beberapa serangga tertentu yang bukan hanya mengganggu namun juga bahkan mengancam kehidupan manusia? Bagaimanakah cara membasmi hama serangga tersebut sejak dari dini? Apakah fogging adalah solusinya? Lalu, apa itu fogging?

Kata ‘fogging’ sendiri berasal dari bahasa Inggris dengan kata dasar ‘fog’ yang artinya kabut. Jika diterjemahkan secara harfiah, ‘fogging’ berarti ‘pengaburan’ atau bisa juga dibilang ‘peng-asap-an’. Tapi secara umum dalam kehidupan kita, apa itu fogging yang biasa kita dengar? Fogging adalah salah satu cara membasmi hama serangga seperti nyamuk, semut, lalat, dan kecoa dengan cara pengasapan atau menyebarkan asap di daerah atau tempat-tempat tertentu yang diinginkan. Proses fogging ini memang agak perlu diwaspadai karena asap yang digunakan bukanlan asap biasa, melainkan asap khusus yang sudah dicampur dengan obat kimia sehingga hama serangga yang terkena asap tersebut dapat langsung mati. Asap biasa yang dihasilkan dari pembakaran sampah rumah tangga tidaklah sama dengan asap fogging.Asap sampah ini bahkan sangat tidak dianjurkan karena alih-alih mengusir nyamuk, asap ini malah dapat merusak pernafasan manusia. Kegiatan fogging ini adalah untuk pembasmian hama serangga yang ada di tempat yang di-fogging tersebut, dan bukan untuk mencegah datangnya kembali hama serangga yang belum atau tidak terkena asap fogging.

Dewasa ini, banyak rumah-rumah, sekolah-sekolah, kantor-kantor, desa-desa, bahkan juga di kota-kota besarsudah mengetahui apa itu fogging dan sering menggunakan jasa fogging. Biasanya mereka akan memanggil jasa fogging untuk melakukan kegiatan pengasapan tesebut. Fogging tidak bisa dilakukan dengan sembarangan oleh sembarang orang, karena fogging sendiri harus memenuhi beberapa syarat tertentu dengan menggunakan jasa anti rayap batam.

Tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun sudah mulai memahami apa itu fogging dan betapa pentingnya melakukan fogging demi pembasmian hama serangga. Namun berbeda dengan negara lain, di Indonesia fogging untuk membasmi hama, khususnya DBD atau Demam Berdarah Dengue,memiliki beberapa prosedur. Fogging DBD ini biasanya dilakukan secara fogging focus. Artinya, fogging akan dilakukan dalam tertentu pada daerah tertentu. Oleh karena itu, terkait dengan nyamuk Aides Aegepty yang hanya bisa terbang dengan radius 100 meter, maka jika pada suatu daerah ditemukan kasus lebih dari satu penyakit demam berdarah Dengue, maka pelaksanaan fogging akan difokuskan hanya pada radius sekitar 200 meter dari lokasi-lokasi tersebut. Fogging focus pun dilakukan selama dua kali dalam satu minggu. Dalam pelaksanaan fogging selama dua kali seminggu itu diharapkan nyamuk-nyamuk dewasa dapat segera mati tepat setelah melewati masa pertumbuhannya. Nyamuk itu sendiri berubah dari jentik menjadi nyamuk dewasa hanya dalam waktu delapan hari.

Lazimnya, pemerintah dan masyarakat yang mengerti pentingnya apa itu foggingakan melaksanakan fogging secara berkala jika terjadi penularan penyakti DBD yang menjangkiti pada lebih dari satu orang dalam satu lokasi yang berdekatan (kurang dari 100 meter). Akan tetapi, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa fogging harus memenuhi beberapa syarat lebih dulu. Fogging tidak boleh dilakukan terlalu sering karena dapat membuat nyamuk pembawa penyakit seperti Aides, Culex, dan Anopheles menjadi lebih kebal terhadap insektisida dari asap fogging ini.

Categories: Uncategorized