Dalam beberapa kasus, tindakan medis untuk menyelamatkan pasien hanya bisa dilakukan oleh para ahlinya dalam bidang kesehatan. Namun ternyata ada juga tindakan medis yang bisa dilakukan secara mandiri oleh pihak non medis. Salah satunya adalah tindakan untuk manuver epley. Informasi ini bisa Anda dapatkan pada sumber aplikasi medis, yakni sehatQ.com. Tindakan manuver epley ini sendiri merupakan tindakan cepat untuk menangani gejala adanya benign paroxysmal positional vertigo (BPPV).

Manuver epley ini sudah lama dipercaya dapat menjadi tindakan medis terapi kesehatan untuk para penderita vertigo. Apalagi untuk gejala yang menyerang bagian kepala. Meskipun terapi manuver epley ini dipercaya sebagai terapi pereda vertigo, namun sebagian orang masih mengalami gejala ringan setelah melakukan tindakan ini. Sedangkan sebagian lainnya bisa sembuh total dari gejala vertigo.

Gerakan yang ada pada manuver epley dapat meringankan rasa pusing pada kepala yang dialami oleh penderita vertigo. Namun, beberapa kondisi pasien selain gejala vertigo tidak diperbolehkan untuk melakukan terapi manuver epley ini. Kondisi pasien seperti apakah yang dilarang melakukan terapi ini? Di bawah ini bisa Anda catat dengan baik beberapa kondisi terlarangnya :

  1. Migrain

Pasien dengan riwayat migrain, sebaiknya tidak menerapkan manuver eplay. Hal ini ditakutkan jika gerakan manuver lantas membuat migrain kambuh dan justru membahayakan pasien.

  • Infeksi telinga

Penderita infeksi pada telinga memang seringkali menimbulkan gejala pusing kepala. Namun, karena riwayat sakitnya bukan vertigo, maka sebaiknya tidak menggunakan terapi manuver eplay.

  • Anemia

Anemia atau darah rendah juga tidak diperkenankan untuk melakukan gerakan manuver eplay. Apalagi gejala anemia juga menyerang bagian kepala.

  • Stroke pada otak kecil

Kondisi stroke pada otak kecil tentu berbeda dengan vertigo. Terapi manuver sangat tidak cocok untuk penderita stroke jenis ini.

Tahapan Melakukan Terapi Manuver Epley

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk terapi manuver epley ini. Namun pastikan Anda juga dalam pantauan dokter andalan Anda. Hal ini dilakukan agar Anda tetap terjaga kondisi amannya. Nah, beberapa tahapannya adalah :

  1. Mula-mula, pasien akan diminat untuk duduk pada kursi khusus yang sudah disediakan. Biasanya, dokter akan menyarankan pasien untuk duduk pada bagian tepi meja.
  2. Selanjutnya, dokter akan memberikan arahan pada pasien untuk memiringkan bagian kepalanya. Arah memiringkan kepala ini adalah sekitar 45 derajat dengan dominan miring ke sebelah bagian yang terasa lebih pusing.
  3. Dalam kondisi kepala masih miring, dokter akan menyuruh dengan cepat dan sigap agar pasien segera membaringkan tubuh ke ranjang. Posisi kepala harus dijaga tetap miring hingga 2 menit lamanya, atau hingga rasa pusing mereda.
  4. Setelah pusing pada bagian pertama reda, pasien akan diminat untuk memiringkan bagian berlawanan dari tahap awal tadi hingga 90 derajat. Posisi ini juga harus ditahan hingga 2 menit lamanya dan hingga pusing dirasa reda.
  5. Tahapan berikutnya, pasien harus memutar tubuh ke arah yang sama dengan posisi kepala miring. Proses ini juga dilakukan hingga rasa pusing pasien reda.
  6. Pada tahapan akhir, pasien sudah diperbolehkan untuk duduk kembali secara normal.

Semua tahapan terapi manuver eplay di atas, umumnya disarankan untuk dilakukan setidaknya 3 kali dalam sehari. Pada pasien vertigo yang belum parah, terapi ini biasanya cukup bekerja menahan gejala yang timbul. Namun beberapa pasien vertigo perlu mengulangi terapi ini hingga berkali-kali agar gejalanya mereda.

Categories: Kesehatan