Bahaya retensia plasenta bagi ibu hamil

         Retensia plasenta adalah kondisi dimana tertahannya plasenta atau ari arii dalam rahim melebihi 30 menit setelah bayi lahir . Plasenta merupakan organ yang ada didalam rahim ibu saat sedang hamil . Plasenta juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang sangat penting bagi proses masa kehamilan ibu serta bayi didalamnya. Seluruh perkembangan janin didalam perut ini bergantung pada metabolisme yang diproduksi oleh plasenta . Lalu apakah gejala yang ditimbulkan retensia plasenta ? Dilansir dari halodoc ada 12 faktor resiko retensia plasenta yang wajib kamu hindari yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit ini pada masa kehamilan ibu . Yaitu :

  1. Sudah pernah mengalami retensua plasenta sebelumnya
  2. Bayi yang meninggal saat dilahirkan
  3. Persalinan yang prematur diusia kehamilan 34 minggu
  4. Kehamilan ganda yang dapat memperluas plasenta
  5. Plasenta tertanam di rahim akibat penyempitan yang terjadi di mulut rahim
  6. Pengalaman melahirkan lebih dari 5 kali
  7. Ukuran plasenta yang sangat kecil
  8. Wanita yang berusia 30 tahun baru hamil
  9. Respon terhadap suntikan induksi atau obat tambahan saat proses persalinan terjadi
  10. Kondisi plasenta tertanam sampai memasuki keseluruhan lapisan otot pada rahim
  11. Pernah menjalani proses operasi bedah rahim
  12. Mengalami terjadinya kontraksi yang sangat kuat .

Setelah faktor resiko yang timbul maka akan muncul beberapa gejala retensia plasenta . Namun beberapa orang yang sudah terkena faktor resiko ini mungkin akan jarang terkena gejalanya karena langsung mengenai resiko terkennya retensia plasenta . Setelah kalian mengenali fakyor resiko tersebut bisa kalian untuk menghindari faktor resiko retensia plasenta dan jika kalian merasakan gejala gejala dibawah ini khususnya ibu hamil yang merasakan ini pada saat kehamilan bisa saja anda terkena penyakit retensia plasneta . Lebih baik setelah mengetahui hal tersebut segera periksakan ke dokter kandungan terdekat anda , dan konsultasikan keluhan serta apa yang dirasakann jangan sampai terlambat sehingga sudah terlalu parah dan sulit disembuhkan  .beberapa gejala yang dirasakan jika kita mulai teridentifikasi terkena retensia plasenta .

  1. Nyeri yang timbul dirasakan dalam jangka waktu lama
  2. Terjadinya pendarahan hebat
  3. Jaringan yang tidak sedap yang ditimbulkan dari daerah miss v
  4. Terjadi perdarahan yang sehat
  5. Keluarnya cairan dari daerah miss v

Dilansir dari halodoc , Jika dalam persalinan biasa maka akan ada empat tahap yaitu pembukaan , pengeluaran bayi , pengeluaran plasenta serta pemulihan . Namun tidak segampang itu proses persalinannya , melainkan pada tahap 3 merupakan bagian penting karena mengeluarkan plasenta. dalam proses ketiga ini dalam persalinan bisa terjadi cepat atau juga bisa berjalan lama sama seperti kedua tahap berikutnya . Apa yang menyebabkan retensia plasenta berbeda dengan persalinan normal.? Ini dikarenakan retensia plasenta disebabkan oleh gangguan kontaksi pada uterus . Kondisi inilah yang membahayakan karena bisa menimbulkan bahaya infeksi serta pendarahan setelah melahirkan yang dapat menimbulkan kematian.mari kita ketahui apa saja sih jenis jenis dari retensia plasenta

  • Plasenta inkreta

Plasneta inkreta merupakan keadaan dimana plasenta yang tertanam hingga keseluruhan otot rahim .

  • Plasenta inkarseta

Plasenta inkarseta merupakan tertanamnya plasenta akibat mulut rahim yang terjadi penyempitan .

  • Plasenta akreta

    Plasenta akreta merupakan plasenta yang tertanam hingga sebagian otot rahim

  • Plasenta adhesiva

Plasenta adhesiva merupakan kegagalan yang mengalami separasi fisiologis diakibatkan tertanamnya palsenta adalah rahim .

Sumber gambar : SEHATFRESH.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *